oePY4RTWWBi9-w6SzFSZ_2HczoU True Love Story
Saturday, February 2, 2013 | By: PenyegEr Hidup
Cinta itu Buta
tapi Cinta itu tau mana Mobil mana Sepeda
Cerita Keramat Hari Jumat. Mohon untuk tidak dibaca bagi yang tidak kuat mental!!

Belum satu jam aku menyetir...kuli­hat Icha sudah terlelap dikursinya.....
mmmm dasar tukang tidur..rungutku­ dlm hati.....bukany­a temenin ngobrol mlh enak2an turu......

Masuk tol cipularang...aa­hh msh lumayan jauh neeh pikirku...
arlojiku menunjukan pukul 21.40...sekitar­ 3-4 jam lg mungkin sampai tujuan....

Masuk kota garut....Kuliha­t Icha msh asyik mendengkur ... kukeraskan volume cd dimobilku.. Sebentar ia menoleh kearahku...lalu­ kembali membalikan badannya menghadap ke kaca.....
Duuhh neeh bocah....kebluk­ amat....!!!! Chaa..cha...ban­gun woyy.... Kemana nee jalannya..kan elu yg tau...
Heeehh..maang dah dimane seehh...jawabny­a terkantuk-kantu­k...
"Garut laaa...maang kemane???...Sun­gutkuu!!!...

Ooohh...jam brape Wi??
Stengah satu!!!jawabku

Haaahh...gilaa lu...bawa berape luu...jakarta garut cuma 3 stengah jam.????? tanya icha keheranan....
200...Jawabku sekenanya.... makanyaa jgn molorr muluu...kmanee neeh...???

Ichaa clingak-clinguk­...kemudian ia menunjuk...sebu­ah perempatan

"Tuu wii....tar lu belok kanan...dah ikutin aja jalan itu..."

Trus kmane lagi??? Tanyaku...

"Yaa tar gw ksh tau klw dah deket... Nee msh jauh kok...msh 20 kilo lg kedalemnya...je­lasnya..

Wuiiihh...yang bener loo 20 kilo??? Tanyaku heran...

"Yaa laa...namanya juga perkampungan...­lw deket sini mah perkotaan ciiinn....ejekn­ya.."

"Jangan molor lagi luu...tar lw kebablasan nyasar kitaaa" sahutku.....

Gag laaa...jawabnya­ malas2an..sambi­l membetulkan posisi duduknya...

Kira2 stengah jam kmudian...

Chaa...kmanee neeh...ko gag nyampe2 seeh....??? Tanyaku

Icha sdkt bingung...
He eeh...gw juga ky asing gini yaa.... Jawabnya sambil memperhatikan situasi...
Eeehh tuu ada orang tanya dia aja....tunjuk icha....

Kuperhatikan...­yaa seperti seorang wanita sptnya msh muda sekitar 20 tahunan...dgn sanggul kecil dan pakaian dgn kain, anggun ala gadis desa....tp ko aneeh....pikirk­u
Saat Kuhentikan mobil .. menghampirinya.­.. Icha segera membuka kaca...

"Neng..numpang tanya?? Kalaw mw ke kampung samparieun kemana yaa??

Sigadis yg ditanya...menat­ap Icha lalu menatapku.. dgn pandangan yg aga lain... tp ia tersenyum seolah ada sesuatu yg membuatnya senang...

Oohh...kaka-kak­a mw kesana?

Iyaa...nenk... Msh jauh?? Jawab icha....

Enngga sii ka...saya juga mw ksana!!! Kata gadis itu...

"Ooo yaa udah bareng aja Kan kamu bisa nunjukin jalan sekalian.....".­ Kata icha ... akupun mengangguk... menyetujui....

Gadis itu lalu masuk dan duduk dibelakang icha....

Tak berapa lama.....perjal­anan terasa aga sunyi dan terasa aneh...ada gadis tengah malam dijalan...mungk­in bila pakaiannya aga senorok aku msh bisa menyangka bukan gadis baik-baik....tp­ yang ini...terlihat anggun, cantik dgn kulit yg putih...hampir bisa dibilang pucat,,,dgn pakaian tertutup persis seorang santriwati.....­dan yg lbh mengherankan saat ini...ia hanya diam...terpaku.­...dan yang paling Aneh dr semua ini....adalah jalan yang kulewati sepertinya sama....sedari aku memintanya ikut hingga saat ini,,sepertinya­ aku hanya berputar-putar saja...

Kemana nih nenk jalannya?? Tanyaku...menco­ba memecah kesunyian....

Terus aja kaa...nanti klw sdh lewat lapangan bola dan areal makam ...berarti kita sdh digerbangnya ka.......

Areal makam!!!!pikirk­u.....dlm hati...kulirik icha..hmmm dia asyik dgn headsetnya....s­iall...

Kamu orang sana? Tanyaku lagi...
Yaa kaa!!!!...jwbny­a

Koo kamu jalan sendirian malam2 lagi....memang darimana???

Sambil kucolek icha.... ichapun.. menoleh dan memperhatikan aku...kulihat spion tengah....

Haaaaaaa....aku­ heran..karena tak terlihat ada gadis itu...... kutolehkan kebelakang....i­a msh ada....namuuuuu­nn.......

Tubuhkuu gemetar....ku pegang bahu ichaa sekerasnya.....­.
Ichaa yg kaget melihatku...kem­udian melongok kebelakang.... Ichaa pun ternganga.....m­elihat pemandangan aneh...dibelaka­ngnya.....

Gadis ituuu....yaa gadis ituuu.... tadi ia begitu anggun...dgn kebayanya...knp­ tiba-tiba pakaiannya berubah menjadi putih...dengan rambut tergerai acak-acakan....
Sementara wajahnya tertutup oleh rambutnya.....

Ichaa juga gemetar memegang tanganku lalu...berkata .... Ka kaam muu si sii aapaa???

Sigadis yg ditanyaa....men­engadahkan wajahnya... Terlihat...waja­h itu..berubah seperti nenek...renta dan lebih pucat....dan yang lbh menyeramkan...m­ata yang merah dan....dan dari mulutnya keluar taring yang cukup panjang....ooow­whh.

"Ja..jangaan gggangu kaamiii pllisss....kkaa­mii hhaanya mw lewaat..."ucapk­u gemetar dan hampir pingsan..

Hheeemmm..... terdengar dehemnyaa....

neenneek siiaappaa ddan mww aappaa.....????­tanya Icha..

Sinenek...menat­ap Icha...lalu menatap aku...dgn pandangan nanar nan tajam seolah ingin menerkam kami berdua....dan
Kami yang gemetar setengah mati...cuma bisa terdiam gag tau mesti berbuat apa....

Ia mengankat tangannya menunjuk ke depan kaca....aku menoleh....terl­ihat areal pemakaman.....

Tiba-tiba.....i­a berkata.....

"Makasih yaa neenk tumpangannya...­tadi nenek mw naek angkot.....tapi­ takut diperkosa......­."

*haalllaaaaaah setan lebay....
Seorang pria pulang kantor terlambat, dalam keadaan lelah dan penat, saat menemukan anak lelakinya yang berumur 5 tahun menyambutnya di depan pintu.

“Ayah, boleh aku tanyakan satu hal?”
“Tentu, ada apa?”
“Ayah, berapa rupiah ayah peroleh tiap jamnya?”
“Itu bukan urusanmu. Mengapa kau tanyakan soal itu?” kata si lelaki dengan marah.
“Saya cuma mau tahu. Tolong beritahu saya, berapa rupiah ayah peroleh dalam satu jam?” si kecil memohon.
“Baiklah, kalau kau tetap ingin mengetahuinya. Ayah mendapatkan Rp 20 ribu tiap jamnya.”

“Oh,” sahut si kecil, dengan kepala menunduk. Tak lama kemudian ia mendongakkan kepala, dan berkata pada ayahnya, “Yah, boleh aku pinjam uang Rp 10 ribu?”

Si ayah tambah marah, “Kalau kamu tanya-tanya soal itu hanya supaya dapat meminjam uang dari ayah agar dapat jajan sembarangan atau membeli mainan, pergi sana ke kamarmu, dan tidur. Sungguh keterlaluan. Ayah bekerja begitu keras berjam-jam setiap hari, ayah tak punya waktu untuk perengek begitu.”

Si kecil pergi ke kamarnya dengan sedih dan menutup pintu. Si ayah duduk dan merasa makin jengkel pada pertanyaan anak lelakinya.
Betapa kurang ajarnya ia menanyakan hal itu hanya untuk mendapatkan uang? Sekitar sejam kemudian, ketika lelaki itu mulai tenang, ia berpikir barangkali ia terlalu keras pada si anak. Barangkali ada keperluan yang penting hingga anaknya memerlukan uang Rp 10 ribu darinya, toh ia tak sering-sering meminta uang. Lelaki itu pun beranjak ke pintu kamar si kecil dan membukanya.

“Kau tertidur, Nak?” ia bertanya.
“Tidak, Yah, aku terjaga,” jawab si anak.
“Setelah ayah pikir-pikir, barangkali tadi ayah terlalu keras padamu,” kata si ayah. “Hari ini ayah begitu repot dan sibuk, dan ayah melampiaskannya padamu. Ini uang Rp 10 ribu yang kau perlukan.”

Si bocah laki-laki itu duduk dengan sumringah, tersenyum, dan berseru, “Oh, ayah, terima kasih.”
Lalu, sambil menguak bantal tempatnya biasa tidur, si kecil mengambil beberapa lembar uang yang tampak kumal dan lecek.
Melihat anaknya ternyata telah memiliki uang, si ayah kembali naik pitam. Si kecil tampak menghitung-hitung uangnya.

“Kalau kamu sudah punya uang sendiri, kenapa minta lagi?” gerutu ayahnya.
“Karena uangku belum cukup, tapi sekarang sudah.” jawab si kecil.
“Ayah, sekarang aku punya Rp 20 ribu. Boleh aku membeli waktu ayah barang satu jam? Pulanglah satu jam lebih awal besok, aku ingin makan malam bersamamu.”

Silahkan artikan sendiri cerita di atas
Selamat berakhr pekan, semoga waktumu berharga !
Thursday, January 31, 2013 | By: PenyegEr Hidup

Cerita Sedih

Andre dan Sherly adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga Sherly berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Andre hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Andre sangat mencintai Sherly. Andre telah melipat 1000 buah burung kertas untuk Sherly dan Sherly kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Andre telah menuliskan harapannya kepada Sherly. Banyak sekali harapan yang telah Andre ungkapkan kepada Sherly. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi Sherly dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada Sherly.
Suatu hari Andre melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Andre berkata kepada Sherly:
“Sherly, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Andre berkata demikian, menangislah Sherly. Ia berkata kepada Andre:
“Ndre, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu Andre pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada Sherly. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya Andre meninggalkan Sherly menangis seorang diri.
Andre mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap Sherly dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Andre menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Andre, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Andre pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Andre pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua Sherly.
Andre mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Andre membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua Sherly.
Andre sangat terkejut ketika didapati orang tua Sherly memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto Sherly dalam makam itu. Andre pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam Sherly untuk menemui orang tua Sherly.
Orang tua Sherly pun berkata kepada Andre:
”Ndre, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan Sherly yang terkena kanker rahim ganas. Sherly menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.”
Orang tua Sherly menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Andre.
Andre membaca surat itu.
“Ndre, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputus-asaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Ndre, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Ndree……….. “
Setelah membaca surat itu, menangislah Andre. Ia telah berprasangka terhadap Sherly begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati Sherly teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa Sherly kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa Sherly mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap Sherly sebagai orang matre tak berperasan. Sherly telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Ulang Tahun

Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan moodku tidak terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan mengucapkan dengan penuh sukacita "Selamat ulang tahun suamiku tersayang" dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun untukku. Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, ya... itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun. Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.
Ketika aku masuk ke ruangan, sekretarisku Janet menyapaku "Selamat pagi Boss, selamat ulang tahun". Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang mengingat hari ulang tahunku. Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata "Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah di luar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua". Aku berkata "Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi".
Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martini dan sangat menikmati makan siang kami. Dalam perjalanan pulang ke kantor, dia berkata "Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan ?". Tidak perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya.
Setelah tiba di apartemennya, dia berkata "Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman". Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi kekamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.
Aku hanya duduk terpaku disana. Di sebuah sofa panjang....... telanjang tanpa sehelai benang.
Kisah Sedih Di Malam Tahun Baru

Disaat semua orang bergembira menyambut datangnya tahun baru dengan berbagai atraksi menarik, baik dihotel-hotel, dijalanan maupun diseluruh tempat hiburan tidak ada yang namanya sunyi dan sepi, semua menyambut dengan suka cita proses rutin pergantian tahun baru.
Namun siapa menyangka bila di malam pergantian tahun ini, suasana yang awalnya penuh dengan kegembiraan berubah menjadi kesedihan yang sangat mendalam. Peristiwa menyedihkan ini terjadi pada sepasang suami istri yang awalnya merasa gembira akan menyambut datangnya sang jabang bayi tepat pada malam pergantian tahun, namun kegembiraan tersebut akhirnya berakhir dengan kesedihan yang sangat mendalam, semua orang yang menyaksikan kejadian ini sempat meneteskan air mata karena tidak sanggup melihatnya.
Sebut saja nama suami istri tersebut adalah Hartati dan Nazarudin, suami istri ini adalah pasangan yang sedang bahagia-bahagianya karena mereka akan menanti kehadiran jabang bayi calon anak pertamanya yang sudah lama mereka nantikan.
Pada usia kehamilan istrinya yang sudah berumur sembilan bulan, tentu nazarudin sebagai suami merasa was-was menunggu hari kelahiran calon anak pertamanya itu. Tiba-tiba tepat menjelang detik-detik pergantian tahun, hartati istri tercintanya itu terlihat menahan sakit di perutnya, seakan-akan perutnya melilit seperti orang yang mau buang air besar, apakah ini pertanda hartati akan segera melahirkan ? tanpa menunggu lama lagi nazarudin akhirnya membawa hartati langsung menuju rumah sakit bersalin.
Setelah tiba dirumah sakit dan dilakukan pemeriksaan medis, ternyata memang benar hartati akan segera melahirkan malam ini juga. Sungguh sangat bahagianya nazarudin waktu itu, anak pertamanya akan lahir tepat menjelang detik-detik pergantian tahun, namun di sisi yang lain nazarudin juga terlihat sangat cemas bila melihat wajah istrinya yang terlihat begitu pasrah dengan tatapan yang kosong memandang suaminya.
Nazarudin merasa semakin cemas, takut istrinya tidak selamat dalam proses persalinan, dia pegang tangan dingin istrinya sambil berkata, Sayang apa yang kamu inginkan malam ini tanya nazarudin pada istrinya ? Tidak sayangku, aku hanya ingin kamu selalu menemaniku sampai anak kita lahir, lebih bagus kita berdoa saja agar anak kita nanti selamat, jawab hartai sambil tersenyum.
Mendengar jawaban istrinya, nazarudin sempat menitikan air mata, karena nazarudin melihat ada sesuatu yang beda dari sikap istrinya yang terlihat begitu pasrah menerima apapun yang akan terjadi.
Tak lama persalinan pun dimulai, beberapa menit kemudian tiba-tiba didalam ruangan persalinan terdengar suara jeritan hartati istrinya yang sedang berjuang mempertaruhkan nyawa dan menahan sakit yang sangat luarbiasa menanti lahirnya sang jabang bayi.
Akhirnya setelah menunggu dengan cemas, setengah jam kemudian keluarlah seorang bidan dari ruang persalinan, Nazarudin pun langsung menghampiri bidan sambil bertanya, bagaimana suster dengan istri saya, apakah anak saya sudah lahir ? apakah saya sudah bisa melihat istri dan anak saya, tanya nazarudin dengan perasaan tetap cemas campur aduk dengan kegembiraan ? Selamat ya pak, anak bapak lahir dengan selamat dan kondisinya sangat sehat, jawab bidan.
Mendapat jawaban dari bidan, nazarudin pun tersenyum bahagia sambil mengucapkan doa syukur atas kelahiran anak pertamanya ini. namun kegembiraan itu tiba-tiba sirna ketika bidan berkata, tapi ? tapi kenapa suster tanya nazarudin, kaget mendengar kata bidan tersebut ? saya minta maaf pak, istri bapak tidak bisa kami selamatkan, saya minta agar bapak tabah dan mendoakan agar istri bapak tenang di alam sana, jawab bidan.
Dunia seakan berputar ketika nazarudin mendengar penjelasan dari bidan, tanpa sadar, nazarudin menangis lepas, bibirnya bergetar dan badannya langsung lemas melihat kenyataan bahwa istri yang dicintainya meninggal dunia.
Maaf pak, kata bidan ? baru kali ini saya melihat kejadian yang sangat luar biasa ini, ujar bidan ? Nazarudin langsung kaget dan heran mendengar penjelasan bidan tersebut ???? kembali bidan menjelaskan, bahwa selama ini, rumah bersalin ini tidak pernah memakai pengharum ruangan, tapi tak lama setelah istri bapak meninggal dunia, ruangan tempat bersalin menjadi sangat harum dan kami semua kaget setelah menyadari, ternyata bau harum itu berasal dari jasad istri bapak, ujar bidan menambahkan ceritanya ?
Mendadak nazarudin terdiam dan merinding bulu romanya bercampur haru menyadari kalau keharuman itu terpancar dari jenazah istrinya, air matanya pun berhenti mengalir dan berganti dengan senyum penuh keharuan dan kebahagian.
Kembali bidan bertanya, maaf ya pak, mungkin ini pertanda baik, tampaknya istri bapak adalah seorang istri yang sangat baik, kami semua yang menyaksikan juga heran kenapa bisa begitu, ujar bidan yang juga ikut meneteskan air mata karena terharu.
Nazarudin ketika mendengar perkataan bidan, terlihat diam dan menyadari sesuatu harum itu seperti…..ujar nazarudin terputus karena tiba-tiba, hartati istrinya terbangun sambil berteriak dan mengangkat jari telunjuknya ”ini semua berkat MOLTO ULTRA, wanginya tahan lama meskipun sudah berhari-hari ujar hartati sambil mengeluarkan satu sachet MOLTO ULTRA dari dalam saku bajunya
Seketika Nazarudin dan Bidan berteriak kegirangan dan langsung jungkir balik
Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan , tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.
Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" .... Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.
Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.
Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.
Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.
Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah..sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.
"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ?... Bagaimana Dita mau bermain nanti ?... Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...Tahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi.
Kekecewaan hanya ada jika Harapan ada
Hanya orang BODOH yang mau jadi PINTAR

#Pahami makna sebenarnya sebelum ngamuk
Wednesday, January 30, 2013 | By: PenyegEr Hidup



KISAH CWO YG BUTA DAN CWE YG SMPURNA

cwo = yang aku pngen bget ktmuan sma kmu tpi aku malu sma kmu..

Cwe = malu knaph?..

Cwo = iyh aku malu krna aku tdak smpurna..

Cwe = aku mencintai mu aph ada.a aku sudh syng bget sma kmu dan trima aph ada.a..

Cwo = tapi aku buta yang

"ktika ith si cwo mendapatkn donor mata lalu si cwo ith smbuh dari buta.a dan bsa melihat

"ktika ith si cwo brkata ke cwe.a "sayang aku sudh smbuh dan aku sudh bsa melihat"

cwo = hyu syng kta ktmuan?

cwe = tapi aku malu ktmu sma kmu

"lalu si cwo ith memaksa si cwe dan akhir.a si cewe mw ktmuan

"ktika si cwo dan si cwe ith ktmuan si cwo brkata

"ternyata kmu juga buta sma kya aku dulu.. Pantes kmu suka sma aku krna kmu juga sma buta kya aku"

stelah si cwo brkata sperti ith lalu si cwo memutuskan si cwe ith lalu si cwo prgi dari hadapan si cwe ith..

Lalu pada suatu hari si cwo ith mendapatkan surat dari si cwe ith sbelum si cwe ith bnuh diri.. dia membuat surat yg berisi

"syng trimakasih atas kash syng kmu ke aku jujur aku snang bget sudh bisa mendonorkan mata ku buat kmu.. Smoga mata pemberian dari ku bsa menjadi brguna bgi hdup kmu.. LOVE U SAYANG"

untk smua.a cwe atw pun cwo.. Hargai lah pasangan mu .. Jgan kau sia sia kn psngan mu yg sudh mncintai mu aph ada.a.. Jgan kau melihat dari segi fisik, cntik atw ganteng.a.. Trimalah pasangan mu dngn aph ada.a.. Jika klian menerima aph ada.a mungkin cnta klian akn ttp abadi tuk slama.a..
Cerita Mengharukan Dari Seekor Tikus

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam,
“Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?”
Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,
“Ada perangkap tikus di rumah!….di rumah sekarang ada perangkap tikus!….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak,
“Ada perangkap tikus!”
Sang Ayam berkata,
“Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”
Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata,
“Aku turut bersimpati…tapi tidak ada yang bisa aku lakukan.”
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
” Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular.
Sang ular berkata,
“Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”
Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.
Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya(kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan…Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… PIKIRKANLAH SEKALI LAGI..
Pada suatu hari ad seorang ayah menyuruh anak nya untuk memeriksa lampu di r.tamu ..

Ayah: din coba kmu lihat lampu yg ad di r.tamu, udah hidup apa blum ..
Udin: oke yah

Beberapa menit kemudian ,,
Ayah: g mna din udah hidup apa blum ??
Udin: gak tau yaah, udin gak bsa lihaat, disini gelap bgt ..
TIPS NAEK ANGKOT YG AMAN BUAT CEWEK

1. Pas naik angkot, pegang pintunya.. Naiknya pelan - pelan jangan sok manja pake minta ditolongin supirnya
2. Kalau supir nanya “Mau kemana mbak?” Jangan dijawab “Mau ke hatimu” (Bikin supir galau ajah)
3. Walau narsis jangan sampai ngajak supirnya foto bareng, apalagi pake upload tu foto ke facebook
4. Naik angkot gak perlu dandan cantik. Soalnya cuma di FTV kita bisa menemukan sopir angkot ganteng
5. Pas sopir mau pindahin gigi, gak usah sok romantis pake pegang tangan dan tatap matanya
6. Kalau duduk di belakang supir gak usah tiba - tiba nutup matanya trus bilang “Tebak aku siapa ?” (Sumpah, ngga banget )
7. Kalau sampai tujuan, ucapkan “Kiri, Pir..”. Jangan bilang “Kiri Beib..” (Inget loh!)
8. Sepenuh apapun angkotnya jangan duduk di pangkuan supir.. Pokoknya jangan!
9. Terakhir dan terpenting kalau terima uang kembalian, terima aja. Tidak usah pakai cium tangan segala