Sebaiknya memang dibaca untuk yang sudah
dewasa, karena jika anak kecil tahu bisa
bahaya. Kalau menurut acara televisi cerita
panas anak SMU ini adalah masuk dalam
kategori "Bimbingan Orang Tua", hehehe...
Seberapa hot sih cerita dewasa berikut ini.
Langsung saja deh ke TKP *kayak opera van
java aja ya*. Cerita panas anak SMA 17 tahun
ini berawal saat G
adis (bukan nama
sebenarnya) merasa bosan di kelasnya. Gadis
merasa bosan karena dari pagi sampai jam
10 an semua pelajaran di kelasnya kosong.
Saat Gadis bosan, tiba-tiba ponselnya bunyi,
dan ternyata ia mendapat SMS dari
kekasihnya, sebut saja Theplon (bukan nama
sebenarnya). Theplon adalah seorang
mahasiswa yang juga ngekost di tempat
tante Gadis. Makanya mereka (Theplon-Gadis)
sering bertemu dan akhirnya pacaran. Saat
itu Theplon mengajak Gadis untuk jalan-jalan
melalui SMS yang barusan dikirim. Gadis pun
bingung. Karena ia masih dalam jam sekolah.
Namun tanpa pikir panjang, Gadis perawan
pun bolos sekolah dan menemui kekasihnya
Theplon. Mereka berdua jalan-jalan ke pasar
di tengah panasnya kota saat hari menjelang
jam 12 siang. Saat masih di jalan Gadis yang
saat itu berumur 17 tahun sudah mulai
mengeluh kepanasan. Dan sepertinya
Theplon juga merasa panas. Karena hari itu
memang terik matahari begitu panas.
Theplon - Gadis pun akhirnya pulang dan
kembali ke kost-annya yang berada di rumah
tante Gadis. Tanpa disadari, di rumah Tante
Gadis sudaha ada pak guru Gadis. Karena
Gadis bolos, pak guru menyangka kalau Gadis
hilang. Ketika Gadis dan Theplon muncul di
hadapan tantenya, pak guru dan tante pun
merasa girang. Gara-gara kejadian itu,
Theplon dan Gadis berjanji tidak akan bolos
sekolah / kuliah lagi. Apalagi jalan-jalan
karena bolos tersebut menjadi jalan-jalan
yang terpanas menurut mereka. Kasian juga
ya Gadis yang masih perawan 17 tahun, anak
SMA yang cantik panas-panasan di tengah
kota. Huh... benar-benar cerita dewasa panas
yang melibatkan anak SMA 17 tahun yang
pacaran dengan kekasihnya. Ayo yang masih
punya anak kecil, ini perlu bimbingan orang
tua agar tidak terjadi salah paham seperti
prasangka pak guru dan tante Gadis pada
cerita di atas. NB: Cerita ini hanya fiktif. Jika
ada kesamaan nama, tempat, waktu dan
kejadian peristiwa, itu tidak disengaja.
sebenarnya) merasa bosan di kelasnya. Gadis
merasa bosan karena dari pagi sampai jam
10 an semua pelajaran di kelasnya kosong.
Saat Gadis bosan, tiba-tiba ponselnya bunyi,
dan ternyata ia mendapat SMS dari
kekasihnya, sebut saja Theplon (bukan nama
sebenarnya). Theplon adalah seorang
mahasiswa yang juga ngekost di tempat
tante Gadis. Makanya mereka (Theplon-Gadis)
sering bertemu dan akhirnya pacaran. Saat
itu Theplon mengajak Gadis untuk jalan-jalan
melalui SMS yang barusan dikirim. Gadis pun
bingung. Karena ia masih dalam jam sekolah.
Namun tanpa pikir panjang, Gadis perawan
pun bolos sekolah dan menemui kekasihnya
Theplon. Mereka berdua jalan-jalan ke pasar
di tengah panasnya kota saat hari menjelang
jam 12 siang. Saat masih di jalan Gadis yang
saat itu berumur 17 tahun sudah mulai
mengeluh kepanasan. Dan sepertinya
Theplon juga merasa panas. Karena hari itu
memang terik matahari begitu panas.
Theplon - Gadis pun akhirnya pulang dan
kembali ke kost-annya yang berada di rumah
tante Gadis. Tanpa disadari, di rumah Tante
Gadis sudaha ada pak guru Gadis. Karena
Gadis bolos, pak guru menyangka kalau Gadis
hilang. Ketika Gadis dan Theplon muncul di
hadapan tantenya, pak guru dan tante pun
merasa girang. Gara-gara kejadian itu,
Theplon dan Gadis berjanji tidak akan bolos
sekolah / kuliah lagi. Apalagi jalan-jalan
karena bolos tersebut menjadi jalan-jalan
yang terpanas menurut mereka. Kasian juga
ya Gadis yang masih perawan 17 tahun, anak
SMA yang cantik panas-panasan di tengah
kota. Huh... benar-benar cerita dewasa panas
yang melibatkan anak SMA 17 tahun yang
pacaran dengan kekasihnya. Ayo yang masih
punya anak kecil, ini perlu bimbingan orang
tua agar tidak terjadi salah paham seperti
prasangka pak guru dan tante Gadis pada
cerita di atas. NB: Cerita ini hanya fiktif. Jika
ada kesamaan nama, tempat, waktu dan
kejadian peristiwa, itu tidak disengaja.


0 komentar:
Post a Comment